87863/03

Add to Google Reader or Homepage

I heart FeedBurner

review http://pesonaborubatak.blogspot.com/ on alexa.com

Blog Archive

Pesona BORU Batak 30.733-0106. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters
Custom Search
Showing posts with label Photo Boru Batak. Show all posts
Showing posts with label Photo Boru Batak. Show all posts

Danau Toba Masih Dipadati Wisatawan


Meskipun infrastruktur jalan menuju Danau Toba terus dikeluhkan karena sempit dan rusak, keindahan Danau Toba masih menjadi magnet warga untuk menghabiskan Tahun Baru di danau vulkanik itu.

Pantauan Kompas, Senin (3/1/2011), menunjukkan warga masih memenuhi tepian danau untuk berenang dan menginap di hotel-hotel di Parapat, Kabupaten Simalungun. Kebanyakan pengunjung memang warga daerah lain yang mudik ke kampung halaman di Tapanuli dan sekitarnya.

Sehari sebelumnya, kepadatan kendaraan terjadi di obyek wisata Lumban Silintong, Kabupaten Toba Samosir. Kendaraan harus mengantre untuk masuk ke kawasan wisata. Banyak kendaraan yang berpelat nomor luar kota.

Br Sialagan yang ditemui di Rumah Pembuangan Soekarno di Parapat mengatakan, puncak kunjungan terjadi hari Minggu lalu. Meskipun demikian, dibandingkan tahun lalu, kunjungan tahun ini lebih sedikit.

Penataan pariwisata tetap terlihat tak teratur. Sampah wisatawan hari sebelumnya berserakan di tepi jalan dari pintu masuk Parapat hingga jalan-jalan di seputar Parapat. Tak tampak disediakan tempat sampah di lokasi wisata. Ongkos parkir di Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat yang kini menjadi Mess Pemerintah Provinsi Sumut Rp 5.000 untuk mobil oleh petugas tak beridentitas dan tak ada bukti penerimaannya.

Suwito, petugas kebersihan di Mess Pemerintah Provinsi Sumut, mengatakan, sampah hari Senin jauh lebih sedikit dibandingkan hari Minggu. Soal tak tersedianya tempat sampah yang memadahi, Suwito mengatakan tidak tahu sebab ia hanya buruh harian yang diupah petugas dari Mess Provinsi Sumut membersihkan sampah tahun baru.

Sampah plastik, bekas minuman kaleng, dan bekas wadah mi instan gelas juga tampak berserakan di tepian danau. Sampah-sampah itu mengganggu keindahan Danau Toba.
(http://lipsus.kompas.com/holidayfestive/)

Pesona BORU Batak


07:12 | 0 komentar | Read More

10 PATIK NI DEBATA


Patik Parjolo
“Ahu do Jahowa Debatam!” ninna Debatanta. Ndang jadi marangkup Ahu bahenonmu Debatam.

Patik Paduahon
Ndang jadi ganaonmu jala ndang jadi sumanonmu manang aha na di banuaginjang dohot na di banuatonga on ro di na dibagasan aek na di toru ni tano, ianggo tung gabe sisombaon manang sioloan.

Patik Patoluhon
Ndang jadi dohonon goar ni Debata, ianggo so ture dalanna, ai hona uhumna do sogot angka na marsineang di goarna.

Patik Paopathon
Ingot hamu ma pabadiahon ari minggu i! di na onom ari ma ula hamu nasa siulaonmu, alai anggo ari papituhon i, ari paradianan ni Jahowa, Debatam do i. ndang jadi ho mangula anggo na sadari i, manang anakmu pe manang borum, manang naposom lahilahi, manang naposom boruboru, ro di pinahanmu ro di pangisi ni huta ni halak pe na mangangebati hutam. Ai di na onom ari do ditompa Debata langit dohot tano dohot laut dohot nasa isinya; dung i maradian do ibana di ari papituhon i. Dibahen i do umbahen na dipasupasu Debata Jahowa ari paradiananNa i jala diparbadiai.

Patik Palimahon
Ingkon pasangaponmu do natorasmu asa martua ho, jala leleng mangolu di tano na nilehon ni Jahowa Debatam di ho.

Patik Paonompon
Unang ho mamunu!

Patik Papituhon
Unang ho mangalangkup!

Patik Paualuhon
Unang ho manangko!

Patik Pasiahon
Unang ho olo manghatindanghon hata na so tutu maralohon dongan jolma!

Patik Pasampuluhon
Ndang jadi haliangan ni roham bagas ni donganmu, ndang jadi haliangan ni roham dongan saripe ni donganmu, manang naposona baoa manang naposona boruboru, manang lombuna manang hodana, manang dia pe ugasan ni donganmu.

Pesona BORU Batak

12:47 | 0 komentar | Read More

Calon Mertua Senang Dapat Menantu Astrid Tiar


Lama tak terdengar memiliki kekasih, Astrid Tiar siap menikah dengan seorang dokter Gerhard Reinaldi Situmorang atau akrab disapa Aldi. Restu kedua orangtua pun sudah didapat keduanya.

Baik orangtua Aldi maupun Astrid sudah dekat satu sama lain karena keduanya memang bertetangga. Mama Astrid Tien Panjaitan pun mengaku bahagia Astrid bisa segera melepas masa lajangnya.





"Sebagai orangtua mendoakan anaknya supaya bahagia," ujar mama Astrid saat ditemui usai prosesi lamaran di kediamannya, Jakarta Barat, Sabtu(3/3/2012).

Senada dengan mama Astrid, mama Aldi Rotua Situmorang pun mengaku senang bisa mendapat menantu seorang Astrid Tiar. Maklum, Aldi putra pertamanya sementara Astrid anak bungsu di keluarga.

"Saya rasa, kayanya sih Astrid itu bukan orang yang kekanak-kanakan ya. Dia kan perempuan satu-satunya dalam keluarga dan paling kecil. Aldi paling besar, jadi saya senang betul," ujar mama Aldi.

detikhot
04:14 | 0 komentar | Read More

Astrid Tiar Resmi Menikah


Hari ini menjadi momen bahagia bagi mantan Gadis Sampul, Astrid Tiar. Astrid resmi menjadi istri dari kekasihnya Gerhard Reinaldi setelah melangsungkan pemberkatan pernikahan di gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).

Tanpa ragu, baik Astrid dan Reinaldi mantap menjawab Ya, manakala pendeta menanyakan apakah keduanya siap menjalani hidup sehidup semati, dalam suka dan duka dalam prosesi pemberkatan.





"Ya, aku terima Gerhard Reinaldi untuk menjadi pasangan hidupku, sehidup semati dalam suka dan duka hingga maut memisahkan," jawab Astrid yang cantik dalam balutan kebaya modern berkelir gold di atas altar gereja.

Suasana khidmat terlihat dalam prosesi pernikahan Astrid dan Reinaldi. Sekitar dua ratusan undangan juga turut menyaksikan keduanya mengucapkan janji perkawinan.

Pernikahan Astrid dan Reinaldi melaksanakan pernikahan mereka dalam adat Batak. Sebelum melakukan pemberkatan pernikahan, ritual Sibuha-buhai telah mereka lalui.

Ritual Sibuha-buhai adalah prosesi dimana mempelai pria menjemput mempelai wanita sebelum melaksanakan pemberkatan.

detikhot
04:11 | 0 komentar | Read More

Hati-hati Unggah Foto Pribadi Dan Keluarga di Facebook!


Facebook ternyata dapat memancing kejahatan. Polisi memperingatkan agar warga berhati-hati mengunggah foto di jejaring sosial seperti Facebook.

Seorang remaja putri Australia yang ingin nampang di Facebook mengunggah foto ia dan neneknya sedang menghitung setumpuk uang tunai. Tak lama berselang, dua lelaki bersenjata pisau dan kayu memasuki rumah gadis tersebut.






Tamu tidak diundang itu meminta bicara dengan anak tersebut mengenai uang yang terlihat di foto. Ibu gadis itu mengatakan, anaknya sudah tidak tinggal di rumah itu lagi. Tidak puas karena tidak berhasil mengambil uang, perampok itu lalu mengambil uang milik ibu tersebut dan beberapa barang berharga dari rumah itu.

Sejak kejadian itu, kepolisian New South Wales mengimbau warga berhati-hati dalam mengumbar informasi di jejaring sosial. Mau pamer malah dirampok....

KOMPAS
07:31 | 0 komentar | Read More

Kota Medan Gempar Isu Anak Berkepala Anjing karena Dikutuk Orangtuanya

Hampir 1000-an warga dari pelbagai sudut Kota Medan meramaikan sepanjang Jalan Brigjen Katamso, Medan Sumatera Utara, Kamis (21/7/2011) malam.

Mereka penasaran mendengar isu seorang anak yang disebut-sebut dikutuk orangtuanya jadi berkepala anjing dan berbadan manusia di rumah Sairoh (75) Jalan Brigjen Katamso No 483 Medan. Isu ini sudah bereda sejak sore.

Namun penasaran tersebut hanyalah tinggal penasaran. Rumah Sairoh sudah ditutup.
Puluhan personel kepolisian dari Polsek Medan Kota serta aparat Brimob kewalahan mengantisipasi warga yang ingin masuk ke rumah No 483 tersebut.




Arnold, warga Jalan Mandala By Pass mengatakan mendapat informasi dari kawannya bernama Dedi. Ia datang untuk memastikan cerita temannya yang mengatakan ada manusia berkepala anjing yang dikutuk orangtuanya.

Beberapa petugas, sempat membiarkan seorang wartawan media elektronik untuk masuk ke dalam agar dia bisa menjelaskan kepada warga yang tampak sulit dibubarkan.

Usai dari dalam, wartawan itu mengatakan tidak ada apa-apa di dalam rumah. Yang ada Sairoh, yang tampak sakit (pikun). Dikatakan Sairoh memiliki enam anak.

Menurut keterangan wartawan yang sempat masuk ke dalam rumah tersebut, Sairoh menyebut di keluarganya memang sempat terjadi pertengkaran kakak beradik, yakni antara Fitri dan seorang kakaknya nomor empat yang tak diketahui namanya.

"Katanya sempat ribut keluarga, jadi si Fitrinya diusir," ujar wartawan berperawakan tegap itu. Namun, dari penjelasan Sairoh kepadanya, keluarga juga merasa bingung dengan isu yang sempat 'termakan' warga Medan tersebut.

Kapolsek Medan Kota Kompol Sandy Sinurat yang tampak di lapangan juga turut menghalau warga yang hendak mendekat.

"Capek kita membilangkannya. Kalau ada yang aneh bisa dilihat. Tapi di sini nggak ada yang aneh," teriak Sandy pada warga yang mendekat.

tribunnews



05:40 | 0 komentar | Read More

Film Anak Sasada, Film Perdana Berbahasa Batak Toba

Anak Sasada merupakan film pertama menggunakan bahasa Batak Toba, dalam format layar lebar. Film itu mengisahkan tentang kemiskinan dan pendidikan orang di desa yang harus merantau ke kota.

"Para pemain film itu tidak seluruhnya berasal dari etnik Batak Toba. Tetapi ada juga suku Melayu, Jawa dan Simalungun," kata penulis skenario film tersebut, Thompson HS di Balige, Selasa (24/5).

Thompson mengatakan, sebagai penulis skenario dia memiliki hubungan profesional dengan produser dan sutradaranya, Pontianus Gea, seorang suku Nias yang pernah studi film di Italia selama dua tahun.

Menurut dia, produksi film Nias sepanjang 11 episode yang dibuat Pontianus sejak kepulangannya dari Italia tersebut menjadi kejutan menarik, ketika seorang di luar suku Batak tertarik bikin film berbahasa Batak Toba, sekaligus membiayainya.




Dia menyebutkan, para pemain yang tidak seluruhnya orang Batak tersebut sangat tertarik untuk belajar bahasa Batak, dibantu penyelaras bahasa, Manguji Nababan, seorang Batakolog yang terlibat dalam proses pembuatan film tersebut.

Rekomendasi lokasi syuting, lanjutnya, dilakukan atas kepercayaan produser, dengan total skenario yang murni menggunakan bahasa Batak Toba, meskipun dengan sedikit campuran dialek yang bisa ditemukan dalam percakapan orang Toba selama ini.



"Pembuatan film ini dibantu sejumlah kru orang Nias, yang pernah mengenyam pendidikan lebih maju, sebagai upaya adaptasi film berjudul Ono Sitefuyu yang meraih sukses di pasaran," katanya.

Dikatakan, pengambilan gambar tersebut dilakukan di Kota Balige dengan latar belakang kapal "paronan" (pedagang) dari Bakkara, 24 -26 Mei 2011. Rute pergi dan pulang kapal paronan menjadi lanskap pagi di pelabuhan, ini adalah awal cerita film itu.

"Syuting terakhir akan dilengkapi diskusi dan pemutaran cuplikan film di SMU Negeri Plus Yayasan Soposurung Balige, 26 Juni 2011," kata Thompson.

(metrotvnews/Ant/RAS)



23:12 | 0 komentar | Read More

Christian Husein Sitompul, Gemar Menyapa...Bahkan ketika berfoto bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Bahkan ketika berfoto bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Christian Husein Sitompul, 20, tidak ragu memberi aba-aba, "1..2...3!"

Christian Sitompul memang tengah mendapat sorotan luas belakangan ini. Di luar perselisihan antara kedua orang tuanya, Ruhut Sitompul dan Ana Rudhianthiana Legawati, Christian merupakan satu atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas Olimpiade Tunagrahita Dunia di Yunani, awal bulan ini.

Prestasi ini saja sudah membuatnya layak untuk diterima Presiden RI. Seperti Susy Susanti, Alan Budikusuma, Taufik Hidayat atau pun Markis Kido/Hendra Setiawan yang merupakan beberapa dari sedikit atlet Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.




Medali emas Christian Sitompul merupakan satu dari tiga medali emas yang dipersembahkan para atlet renang tunagrahita Indonesia. Dua medali emas lainnya diraih oleh Stephanie dan Fitriani.

Christian sendiri meraih medali emas di nomor 50 meter gaya bebas. Bersaing dengan dua peserta lainnya, Christian sebenarnya masuk finish di urutan dua. "Namun yang masuk finis terlebih dulu dari Maroko kemudian dinaytakan diskualifikasi karena amelebihi batas waktu," kata pelatih Christian Sitompul, Harison SIrait.

Perenang dari Maroko tersebut mencatat waktu 1 menit 09 detik, sementara waktu terbaiknya adalah 1 menit 10 detik. "Sehingga ia dinyatakan gugur karena tidak sesuai dengan batas waktu yang diberikannya sendiri," kata Harison.

Begiru dinyatakan menang dan juara, Christian Sitompul melonjak-lonjak di kolam renang. "Apalagi saat ia kemudian menghambur ke pelukan ibu dan pamannya yang menemani Christina sejak awal Olimpiade," kata Harison lagi.

Bagi Harison dan atlet-atlet renang tunagrahita Indonesia, Hasil di Athena, Yunani merupakan bayaran dari jerih payah mereka sejak masa persiapan di Indonesia mau pun pada hari-hari menjelang lomba di Athena. "Sejak pemusatan latihan mereka berlatih dengan keras. Christian sendiri memang diperhitungkan akan menyumbangkan medali, kalau bisa emas."

Kesulitan -kalau memang dianggap kesulitan- kadang muncul justru dari perilaku para atlet tunagrahita ini. "Yang terjadi paling konflik antarmereka. Karena kalau mereka kesal, mereka akan langsung memperlihatkannya tanpa basi-basi," katanya.

Hal ini menimpa perenang paling senior, Daniel, 26. Perenang klub Shark Bandung ini menyumbang dua medali perak di Yunani. Daniel dikenal rekan-rekannya sebagai mat-complain, yang selalu menggerutu tentang banyak hal di Yunani. Kebiasaan ini rupanya menimbulkan kekesalan pada perenang lainnya, antara lain Christian Sitompul dan Aswin Nugroho.

"Masalah timbul kalau Christian dan Daniel berdiri berdampingan saat latihan," kata Harison. Christian, bisa saja tiba-tiba "menyerang" Daniel dengan tinju mau pu maki-makian. "Biasanya dia memukul sambil berteriak, cerewet lu! Bawel lu! atau tukang protes lu!" lanjut Harison. Kalau sudah seperti ini, biasanya Harison menenangkan atlet-atletnya dengan segala cara, termasuk dengan rayuan atau pun memberikan minuman jus.

Hari-hari di Indonesia belakangan ini bisa jadi tidak ada bedanya buat Christian Husein Sitompul, seperti saat ia beluma menjadi juara di Yunani. Konflik kedua orang tuanya semoga tidak membekas kepada pemuda 20 tahun ini, kecuali mungkin ia merasa semakin banyak orang mencoba mendekati atau berbicara dengan dirinya. Bertanya tentang dirinya yang "ditelantarkan" atau hal-hal lainnya.

Namun seperti selalu dikatakan oelh Harison Sirait, yang dilakukan Christian dari masa ke masa tidak pernah berubah. "Setiapkali melihat orang baru dalam kehidupannya, ia akan mendatangi orang itu dan berkata,'kenalan dulu dong. Nama saya Christian..."



08:59 | 0 komentar | Read More

Christian Husein Sitompul salah satu peraih emas Olimpiade Tunagrahita di Athena, Yunani

Christian Husein Sitompul, anak lelaki dari Ruhut Sitompul dan Anna Rudhiantiana Legawati, merupakan anak yang istimewa. Penyandang tunagrahita ini baru saja mendapatkan medali emas dalam Olimpiade Tunagrahita Dunia yang dilaksanakan pekan lalu di Athena, Yunani.

"Christian kemarin mendapat medali emas dalam olimpiade tunagrahita di Yunani. Dia juara renang," kata Anna bangga, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (11/7/2011).

Pengacara Anna, Hotman Paris Hutapea, mengatakan selama 3,5 tahun Christian tidak pernah dikunjungi ayahnya. Bahkan saat Christian pulang dari Yunani dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Ruhut tidak menemaninya.




"Anaknya tidak dikunjungi 3,5 tahun. Bahkan saat anaknya pulang dari Yunani dikasih salam sama SBY, dia tidak menemani," ujar Hotman di tempat yang sama.

Seperti diketahui, pada olimpiade bertitel 'Special olympic athens' ini, Indonesia mengirimkan 46 atlet yang diikutsertakan pada 7 cabang olahraga dari 22 cabang olahraga yang diperlombakan.

Dalam perlombaan itu, Indonesia meraih 15 emas, 13 perak dan 11 perunggu. Dari 15 medali emas yang diperoleh tim Indonesia, 6 di antaranya diperoleh dari cabang bulu tangkis.

Ruhut dilaporkan oleh istrinya dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen. Selain itu Ruhut juga dilaporkan dengan pasal 284, 279 PP No 9 tahun 75 tentang perkawinan lebih dari 1 kali. Laporan itu tertulis dalam surat TBL/259/VII/2011. Anna menuding Ruhut memalsukan identitas dengan mengaku jejaka saat menikahi Diana pada 2008.

Ruhut mengaku dia hanya menikahi Diana dan tidak menikahi Anna. Dia menuding laporan itu hanyalah 'lagu lama'.



08:18 | 0 komentar | Read More

Paimaonku do Ho - Rita Butarbutar



KOLEKSI LAGU BATAK


Pesona BORU Batak

12:34 | 0 komentar | Read More

Hata Haporseaon ni Halak Kristen - Pengakuan Iman (Bahasa Tapanuli)


Ahu porsea di Debata Jahowa,
I do Ama pargogo na so hatudosan,
na tumompa langit dohot tano.

Ahu porsea di Jesus Kristus,
Anak ni Debata Jahowa nasasada i;
i ma na tinubuhon ni si Maria,
na gabegabean sian Tondi Parbadia andorang so habubuhan.
I do Tuhanta na tumaon na bernit di panguhuman ni si Latus,
na mate tarpajal do Ibana di hau pinarsilang,
na tuat tu banuatoru dung ditanom,
na mulak mangolu di ari patoluhon,
na manaek tu Surgo laho hundul tu siamun ni Debata Jahowa,
AmaNa i pargogo na so hatudosan i,
disi ma Ibana paima mulak sogot tu tano on
manguhumi halak na mangolu dohot na mate.

Ahu porsea di Tondi Parbadia,
jala adong sada Huria na badia,
Huria hatopan ni halak Kristen angka na badia,
dohot di hasesaan ni dosa dohot di Hata i na mandok:
Mulak mangolu do sogot daging ni halak naung mate,
dohot di hangoluan na so ra suda.

Pesona BORU Batak

00:04 | 1 komentar | Read More

Zulkaidah br Harahap Ratu Opera Tilhang dan Serindo


Zulkaidah br Harahap), mantan maskot (ratu) opera Batak pimpinan Tilhang Gultom (1960-1973) dan Opera Serindo (1973-1985), menggambarkan perjalanan kehidupannya sebagai seniman tradisi Batak dengan ucapan: Ngeri-ngeri sedap! Bermakna bahwa menjadi seniman tradisi seperti yang ia geluti selama ini ternyata penuh dinamika.

Suka dan duka kerap berjalan beriring. Jarak yang memisahkan keduanya pun terkadang begitu tipis meski di lain waktu bisa begitu jauh merentang; ibarat bumi dan langit.

Apalagi ketika nasib opera Batak yang ia geluti sejak tahun 1963 kini sudah lebih dari dua dekade mati suri. Zulkaidah pun dipaksa menerima kenyataan jauh lebih buruk. Bukan saja ia kehilangan panggung seni yang menghidupinya, tetapi sekaligus kehilangan kesempatan memenuhi wasiat (alm) Tilhang Gultom agar ia tetap bisa menghidupi seni tradisi yang ikut membesarkannya tersebut.

Agar bisa bertahan hidup, Zulkaidah harus berjualan tuak dan kacang goreng keliling. Ikut kapal penyeberangan Danau Toba dari Tuktuk ke Tomok di Pulau Samosir sudah kerap ia jalani. Setiap ada keramaian di desa-desa yang bisa ia capai, tentu akan didatanginya.

Namun, satu hal yang tak pernah ia lupakan, ke mana pun pergi aneka jenis sulim—seruling khas yang biasa ia gunakan untuk mendendangkan lagu-lagu opera Batak—selalu menyertainya, bahkan di kala tidurnya.

"Sambil jual tuak dan kacang goreng, ketika lagi tidak ada pembeli, kutiuplah sulim dalam irama lagu ungut-ungut (lagu kesedihan). Pernah sekali waktu, saat aku tiup sulim sambil duduk di pokok kayu tak jauh dari pesta keramaian, eh, datang bapak-bapak. Katanya, ’Namboru, sedih ’kali, ya, suara sulim-nya.’ Lalu orang pun satu per satu datang. Pokoknya ramai," ujar Zulkaidah.

Alhasil, tambahnya, tak ada lagi orang ke pesta itu. "Semua ngerubungi aku. Pemilik pesta pun datang, bayarin tuak dan kacang goreng. Dia borong semua, tapi dengan syarat aku dimintanya pergi. Kejadian seperti itu sering terulang di banyak tempat," katanya.

Kini pun, meski tak lagi jualan keliling lantaran usianya kian senja, ia masih berjualan tuak serta sedikit penganan di kedai kopinya di tepi jalan raya Desa Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Di salah satu tiang penyanggah, tak jauh dari tempat penggorengan, tersangkut kantong kain lusuh berisikan peralatan sulim, yang hingga kini masih setia menemani Zulkaidah.

Ditemui pada suatu malam gerimis di Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) di Pematang Siantar, beberapa waktu lalu, Zulkaidah begitu energik ketika memainkan sulim dan hasapi (kecapi dua tali) secara bergantian. Sesekali vokalnya yang bening muncul ke permukaan lewat nyanyian onang-onang (tentang adat istiadat) dan ungut-ungut.

Pada masanya, berkat talenta bermain sulim dan vokalnya yang bening itu, Zulkaidah tak ubahnya bagai "ratu" yang selalu ditunggu kemunculannya di atas panggung opera Batak.

Sejak bergabung sebagai tukang masak dan penjaga anak-anak para pemain opera Batak pada usia 13 tahun, Zulkaidah sudah merasakan pahit getir hidup di tengah komunitas seni tradisi. Sampai kemudian "karier"-nya meningkat menjadi pemain, pemusik, dan pelantun lagu-lagu opera Batak, ia pun tampil bagai sri panggung yang diidolakan.

Apalagi sejak suara beningnya mulai di-"rekam" dengan tape recorder saat ia diundang ke rumah orang-orang kaya, Zulkaidah mengaku serasa bagai hidup di atas awan. Katanya, "Seperti melayang-layang. Ke mana-mana dijemput naik sedan."

Bahkan, setelah bangkrut pun ia mengaku masih "melayang-layang" bila ada wartawan datang, difoto-foto, dan masuk koran. Tak peduli para tetangga kerap men-cemeeh-nya sebagai seniman penjual kacang goreng.

Lebih-lebih saat Rizaldi Siagian (etnomusikolog yang saat itu, 1989, masih sebagai dosen di Universitas Sumatera Utara) datang ke gubuknya. Rizaldi mengajak Zulkaidah pergi untuk ikut pentas di tempat yang baginya bagai tak terjangkau: New York, Amerika Serikat.

"Ke Amerika! Ya, ke Amerika. Ini foto-fotonya dan ini fotokopi koran-koran orang Amerika tentang kami. Lalu, ini piagam dari panitia dan dari pemerintah," kata Zulkaidah begitu antusias. Juga ketika ia bercerita tentang lawatan mereka ke Jepang.

Dua sisi mata uang

"Opung meninggal tahun 1973. Sebelum meninggal, ia minta agar aku meneruskan kelangsungan grup opera Batak yang telah ia bangun dengan susah payah. Kata dia, ’Boru Harahap, jangan kau sia-siakan usaha ini. Kalau kau sia-siakan, awas kau!’ Begitu Opung bilang, seperti mengancam," kata Zulkaidah mengenang awal dari peristiwa kebangkrutan opera Batak yang ditinggalkan Tilhang Gultom, sang pendiri.

Tak ada catatan persis bagaimana kehadiran jenis opera yang lebih mirip teater keliling ini di tanah Batak. Namun, yang pasti, nama Tilhang Oberlin Gultom selalu dikaitkan sebagai pemicu "kelahiran"-nya pada 1920-an ketika ia menggelar tontonan ini di pedalaman Tapanuli Utara. Adapun istilah opera Batak itu sendiri dilekatkan Diego van Biggelar, misionaris Belanda yang datang ke Pulau Samosir pada 1930-an.

Sepeninggal (alm) Tilhang Gultom, atas persetujuan keluarga Tilhang Gultom, perempuan kelahiran Desa Bunga Bondar, Sipirok, Tapanuli Selatan, ini memutuskan melanjutkan usaha pertunjukan opera Batak bernama Seni Ragam Indonesia alias Serindo tersebut.

Untuk menghidupi sekitar 70 anggota, ia jual sebagian besar harta yang sempat dikumpulkannya selama menjadi maskot opera Batak semasa Tilhang Gultom. Sawah, tanah, serta perhiasan emas yang melingkari leher, lengan, dan pergelangan kakinya pun dilego.

Serindo kembali menggelar pertunjukan keliling dari desa ke desa. Akan tetapi, ternyata "dunia luar" sudah berubah. Penontonnya sebagian besar sudah pergi ke pertunjukan dangdut dan televisi, sementara pajak tontonan dan "pajak" tak resmi dari oknum aparat membuat keuangan Serindo kelimpungan.

Modal hidup terus terkuras, sampai akhirnya Zulkaidah menyerah. Tahun 1985 grup opera Batak Serindo ia kembalikan ke pemiliknya, keluarga (alm) Tilham Gultom. Sekitar 45 anggota yang masih tersisa akhirnya ia bubarkan.

Hidup dari seni tradisi dan menghidupi seni tradisi, bagi Zulkaidah, ibarat dua sisi dari keping mata uang. Sejak bergabung sebagai tukang masak sampai pada satu masa menjadi tauke grup tersebut, opera Batak bagai sudah mengalir dalam darahnya.

"Jadi seniman tradisional seperti kami ini, ya, ngeri-ngeri sedaplah. Bagaimana tak sedap, waktu di Jepang dan Amerika, semua orang hormat. Tidur di hotel mewah, makan tak kurang. Awak merasa kayak presiden saja, padahal cuma penjual kacang goreng," ujarnya.

"Tapi begitu pulang ke rumah, habis dari hotel mewah tidur di tikar. Air kadang tak ada, makan sehari-hari pun terancam. Belum lagi awak di-cemeh orang kampung. Ha-ha-ha.... Kadang-kadang awak berpikir, macam mana pula ini. Tapi sudahlah, darah kita kan sudah di kesenian...." (Kenedi Nurhan, Kompas, Selasa 18 Desember 2007)

Pesona BORU Batak


23:54 | 0 komentar | Read More

Zulkaidah br Harahap Sang Ratu Opera Batak Kini Jualan Kacang


Tak banyak orang yang rela mempertaruhkan hidupnya dalam bidang seni dan berjaya sebagai duta bangsa. Pasalnya, kerap beredar rumor profesi seniman tak bisa dijadikan sandaran hidup seseorang secara finansial. Hal itulah yang dialami Zulkaidah Harahap, sang ratu Opera Batak di era 70an.

Opera Batak asuhan Tilhang Gultom bisa dibilang tak jauh berbeda dengan opera keliling di Tanah Batak. Namun, grup tersebut akhirnya tak mampu bertahan di tengah kerasnya persaingan dunia hiburan. Terlebih, masyarakat kini lebih meminati sandiwara televisi maupun film layar lebar.

Perlahan tapi pasti, keberadaan Opera Batak kian terpuruk. Bahkan untuk menyambung hidup, Zulkaidah rela berjualan kacang di atas kapal ferry yang menuju Danau Toba. Tak hanya itu, ia juga berjualan tuak atau minuman keras khas Batak pada perhelatan adat.

Kendati demikian, jiwa seni yang mengalir di darah Zulkaidah tak lantas hilang. Dalam sebuah perhelatan adat, ia menjual tuak sambil meniupkan seruling dan bernyanyi. Tak disangka, pertunjukan Zulkaidah memukau seluruh tamu dalam pesta, tak terkecuali seorang dosen Etnomusikologi Universitas Sumatra Utara, Rizaldi Siagian.

Sang dosen yang kagum lalu mengajak perempuan itu ikut dalam rombongan misi kesenian Indonesia. Zulkaidah pun bertolak ke tujuh negara bagian di Amerika. Setelah itu, ia kembali berjualan tuak di tenda biru di Jalan Tiga Dolok Siantar.

Kini, Zulkaidah sedikit berlega hati. Pasalnya, ia menerima penghargaan atas jasanya sebagai seniman yang pernah mengharumkan nama bangsa. Melalui Program Penghargaan Sang Maestro, Zulkaidah mendapat tunjangan sebesar Rp 1 juta per bulan. Tapi, dengan syarat ia harus membina bibit seniman muda. Ia berharap keputusan itu tak hanya berjalan di tahun ini saja.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)

Pesona BORU Batak


23:47 | 1 komentar | Read More

Eva Nurida Siregar Setia Cristian Gonzalez El Loco Luar Dalam


Eva Nurida Siregar adalah sosok penting dalam kehidupan dan karir Cristian Gonzalez di Indonesia. Ia selalu setia mendampingi El Loco, mulai dari urusan lapangan hijau sampai di hamparan sajadah.




Pasangan ini bertemu pertama kali di Cile di tahun 1994, ketika Eva studi di negara Latin tersebut. Hubungan mereka berlanjut ke pelaminan setahun kemudian dan Gonzales memeluk Islam.



Kesempatan Eva kembali ke tanah air datang ketika datang tawaran pada Gonzales untuk bermain di Indonesia di tahun 2003. Mereka menerima tawaran tersebut dan pria 34 tahun itu pun memilih PSM Makassar sebagai klub pertamanya di negeri asal sang istri.

Selama berkiprah di Liga Indonesia, Gonzales terbukti sebagai predator hebat di kotak penalti lawan. Lima kali berturut-turut ia menjadi top skorer kompetisi, di tiga klub yang pernah ia bela, yakni PSM, Persik Kediri dan saat ini Persib Bandung.

Kesuksesan dan kecintaan Gonzales pada Indonesia mencapai "puncaknya" ketika ia resmi diterima sebagai Warga Negara Indonesia pada 1 November lalu, dan terpilih masuk tim nasional untuk mengikuti Piala AFF yang saat ini berlangsung.

Di luar lapangan hijau, Eva adalah sosok yang tak henti-hentinya memberi dukungan pada sang suami. Diungkapkan Eva, Gonzalez tak pernah melupakan pesannya untuk selalu melafalkan surat Al Fatihah setiap kali hendak bertanding.

"Saya selalu mengingatkan pada dia untuk tidak lupa membaca Al Fatihah sejak dulu. Saya pun yang mengajarkan cara salat dan lain-lain. Ia sekarang sudah juga baca melafalkan salam, Insya Allah dan Alhamdulillah. Yang penting Gonzales tak selalu lupa untuk berdoa," tutur Eva kepada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/12/2010) sore WIB.

"Saya bangga dengan suami saya sebagai seorang pesepakbola, bagaimana dedikasi dia kepada sepakbola. Saya dan anak-anak selalu berdoa untuk kesuksesan Cristian," sambung wanita yang bersama sang suami sudah dikaruniai empat anak itu.

Hal lain yang diungkapkan Eva adalah sosok sehati Gonzales di lapangan adalah Ronald Fagundez. Mereka pernah memperkuat Persik dan Fagundez saat ini membela Persisam Putra Samarinda.

"Sampai sekarang kebiasaannya sebelum bertanding adalah bermain PS (Playstation). Dulu ketika di Persik, biasanya dia bermain dengan Ronald, yang dianggapnya sebagai istri kedua. Mungkin sekarang mainnnya dia agak-agak gimana gitu, karena dia kehilangan Ronald Fagundez," tutur Eva.

Terkait keikutsertaan Gonzales di skuad Indonesia pada Piala AFF kali ini, Eva hanya berharap suami dan rekan-rekannya dapat menjadi juara di turnamen ini. Meski waktu berkumpul dengan keluarga berkurang, ia mengaku tak masalah dengan hal itu.

"Memang saya akui agak sulit bertemu dengan Cristian saat ini. Saya biasanya cuma punya waktu satu menit untuk ke kamarnya dan memberi roti gandum kesukaanya. Habis itu saya biasanya kembali ke rumah di (daerah) Casablanca. Anak saya yang paling kecil, Nandito, sempat sakit dan muntah-muntah kemarin.

"Yang pasti saya berdoa untuk kesuksesan Gonzales. Kalau juara nanti kami mau lakukan apa? Nantilah, itu masih rahasia," tuntas Eva.(detiksport.com)

Pesona BORU Batak





16:21 | 0 komentar | Read More

Foto Tempat rapat Raja dan Penasehatnya didepan pengadilan Umum KERAJAAN SIALLAGAN



Bagi rakyat yang bersalah pada awal mulanya di penjara di tmpt pengadilan umum. Ketika waktunya di sidang, orang tersebut akan di pasung kakinya dan di adili di muka rakyat sehingga rakyat pun mengetahui kesalahan-kesalahan tersangka. Apakah orang tersebut mencuri atau merampok dan tidak sembarang orang bisa melakukan kejahatan d kampung ini.

Bilamana tersangka itu terbukti bersalah dan kejahatan yang sudah berulang kali atau kejahatan yang sebener2nya kejahatan pun akan mendapat sangsi yang sangat berat yaitu dengan pengeksekusian terhadap tersangka.

Pesona BORU Batak

DONGAN NA ASING

23:41 | 0 komentar | Read More

Foto Penjara dan Pemasungan KERAJAAN SIALLAGAN



Bagi rakyat yang bersalah pada awal mulanya di penjara di tmpt pengadilan umum. Ketika waktunya di sidang, orang tersebut akan di pasung kakinya dan di adili di muka rakyat sehingga rakyat pun mengetahui kesalahan-kesalahan tersangka. Apakah orang tersebut mencuri atau merampok dan tidak sembarang orang bisa melakukan kejahatan d kampung ini.

Bilamana tersangka itu terbukti bersalah dan kejahatan yang sudah berulang kali atau kejahatan yang sebener2nya kejahatan pun akan mendapat sangsi yang sangat berat yaitu dengan pengeksekusian terhadap tersangka.

Pesona BORU Batak

DONGAN NA ASING

23:39 | 0 komentar | Read More

Foto Tempat Hukuman Mati KERAJAAN SIALLAGAN



Tempat pengeksekusian pun juga tersedia dan pastinya akan di pertontonkan di muka rakyat setempat. Pertama-tama kepala si penjahat ini akan di penggal dan kepalanya akan di gantung di sebuah pohon, yang sayangnya pohon itu sudah dtiadakan atau tidak diperbolehkan orang awam untuk melihat pohon tersebut. Kembali dengan penjelasannya kenapa kepala-kepala yang sudah dipenggal di gantung di pohon ini yaitu sebagai pertanda kepada rakyat lainnya siapa-siapa saja yang sudah berbuat kriminal. Yang bersalah tentuny! Dan juga sebagai pembelajaran untuk rakyat lainnya bahwa hukum itu benar adil adanya di kerjaan Siallagan ini.

Pesona BORU Batak

DONGAN NA ASING

23:29 | 0 komentar | Read More

Followers