87863/03

Add to Google Reader or Homepage

I heart FeedBurner

review http://pesonaborubatak.blogspot.com/ on alexa.com

Blog Archive

Pesona BORU Batak 30.733-0106. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters
Custom Search
Showing posts with label Boru Batak. Show all posts
Showing posts with label Boru Batak. Show all posts

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 4 ]

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 4 ]

KOLEKSI LAGU BATAK


Pesona BORU Batak

04:47 | 0 komentar | Read More

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 3 ]

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 3 ]

KOLEKSI LAGU BATAK


Pesona BORU Batak

04:42 | 0 komentar | Read More

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 5 ]

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 5 ]
04:39 | 0 komentar | Read More

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 2 ]

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 2 ]

KOLEKSI LAGU BATAK


Pesona BORU Batak

04:36 | 0 komentar | Read More

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 1 ]

BORU BATAK GOYANG GEMU FA MI RE MAUMERE [ 1 ]


KOLEKSI LAGU BATAK


Pesona BORU Batak

04:29 | 0 komentar | Read More

Danau Toba Masih Dipadati Wisatawan


Meskipun infrastruktur jalan menuju Danau Toba terus dikeluhkan karena sempit dan rusak, keindahan Danau Toba masih menjadi magnet warga untuk menghabiskan Tahun Baru di danau vulkanik itu.

Pantauan Kompas, Senin (3/1/2011), menunjukkan warga masih memenuhi tepian danau untuk berenang dan menginap di hotel-hotel di Parapat, Kabupaten Simalungun. Kebanyakan pengunjung memang warga daerah lain yang mudik ke kampung halaman di Tapanuli dan sekitarnya.

Sehari sebelumnya, kepadatan kendaraan terjadi di obyek wisata Lumban Silintong, Kabupaten Toba Samosir. Kendaraan harus mengantre untuk masuk ke kawasan wisata. Banyak kendaraan yang berpelat nomor luar kota.

Br Sialagan yang ditemui di Rumah Pembuangan Soekarno di Parapat mengatakan, puncak kunjungan terjadi hari Minggu lalu. Meskipun demikian, dibandingkan tahun lalu, kunjungan tahun ini lebih sedikit.

Penataan pariwisata tetap terlihat tak teratur. Sampah wisatawan hari sebelumnya berserakan di tepi jalan dari pintu masuk Parapat hingga jalan-jalan di seputar Parapat. Tak tampak disediakan tempat sampah di lokasi wisata. Ongkos parkir di Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat yang kini menjadi Mess Pemerintah Provinsi Sumut Rp 5.000 untuk mobil oleh petugas tak beridentitas dan tak ada bukti penerimaannya.

Suwito, petugas kebersihan di Mess Pemerintah Provinsi Sumut, mengatakan, sampah hari Senin jauh lebih sedikit dibandingkan hari Minggu. Soal tak tersedianya tempat sampah yang memadahi, Suwito mengatakan tidak tahu sebab ia hanya buruh harian yang diupah petugas dari Mess Provinsi Sumut membersihkan sampah tahun baru.

Sampah plastik, bekas minuman kaleng, dan bekas wadah mi instan gelas juga tampak berserakan di tepian danau. Sampah-sampah itu mengganggu keindahan Danau Toba.
(http://lipsus.kompas.com/holidayfestive/)

Pesona BORU Batak


07:12 | 0 komentar | Read More

10 PATIK NI DEBATA


Patik Parjolo
“Ahu do Jahowa Debatam!” ninna Debatanta. Ndang jadi marangkup Ahu bahenonmu Debatam.

Patik Paduahon
Ndang jadi ganaonmu jala ndang jadi sumanonmu manang aha na di banuaginjang dohot na di banuatonga on ro di na dibagasan aek na di toru ni tano, ianggo tung gabe sisombaon manang sioloan.

Patik Patoluhon
Ndang jadi dohonon goar ni Debata, ianggo so ture dalanna, ai hona uhumna do sogot angka na marsineang di goarna.

Patik Paopathon
Ingot hamu ma pabadiahon ari minggu i! di na onom ari ma ula hamu nasa siulaonmu, alai anggo ari papituhon i, ari paradianan ni Jahowa, Debatam do i. ndang jadi ho mangula anggo na sadari i, manang anakmu pe manang borum, manang naposom lahilahi, manang naposom boruboru, ro di pinahanmu ro di pangisi ni huta ni halak pe na mangangebati hutam. Ai di na onom ari do ditompa Debata langit dohot tano dohot laut dohot nasa isinya; dung i maradian do ibana di ari papituhon i. Dibahen i do umbahen na dipasupasu Debata Jahowa ari paradiananNa i jala diparbadiai.

Patik Palimahon
Ingkon pasangaponmu do natorasmu asa martua ho, jala leleng mangolu di tano na nilehon ni Jahowa Debatam di ho.

Patik Paonompon
Unang ho mamunu!

Patik Papituhon
Unang ho mangalangkup!

Patik Paualuhon
Unang ho manangko!

Patik Pasiahon
Unang ho olo manghatindanghon hata na so tutu maralohon dongan jolma!

Patik Pasampuluhon
Ndang jadi haliangan ni roham bagas ni donganmu, ndang jadi haliangan ni roham dongan saripe ni donganmu, manang naposona baoa manang naposona boruboru, manang lombuna manang hodana, manang dia pe ugasan ni donganmu.

Pesona BORU Batak

12:47 | 0 komentar | Read More

Astrid Tiar siap dinikahi calon suaminya Gerhard Reinaldi Situmorang atau akrab disapa Aldi. Aldi seorang dokter sementara Astrid aktif di dunia hiburan. Sulitkah?

Saat ini Aldi masih sekolah residence untuk menjadi dokter bedah. Aldi pun mengaku susah bersosialisasi dengan dunia hingar bingar yang selama ini digeluti Astrid.





"Susahnya bersoasialiasi saja, Astrid di entertainment. Tapi saya mengagumi dia dari segala aspek dia. Walaupun orang beda tapi buat saya itu nggak," ujar Aldi saat ditemui usai prosesi lamaran di kediamannya, Jakarta Barat, Sabtu(3/3/2012).

Aldi pun menyatakan tak akan melarang Astrid untuk melakoni kesehariannya di dunia hiburan. Hanya saja diakui Aldi kini segala keputusan harus merupakan keputusan bersama.

"Segala sesuatu kita putusin berdua. Kita kerjaannya sebenernya sama, yang beda dia dilihatin orang, saya nggak," papar Aldi.

detikhot
04:15 | 0 komentar | Read More

Calon Mertua Senang Dapat Menantu Astrid Tiar


Lama tak terdengar memiliki kekasih, Astrid Tiar siap menikah dengan seorang dokter Gerhard Reinaldi Situmorang atau akrab disapa Aldi. Restu kedua orangtua pun sudah didapat keduanya.

Baik orangtua Aldi maupun Astrid sudah dekat satu sama lain karena keduanya memang bertetangga. Mama Astrid Tien Panjaitan pun mengaku bahagia Astrid bisa segera melepas masa lajangnya.





"Sebagai orangtua mendoakan anaknya supaya bahagia," ujar mama Astrid saat ditemui usai prosesi lamaran di kediamannya, Jakarta Barat, Sabtu(3/3/2012).

Senada dengan mama Astrid, mama Aldi Rotua Situmorang pun mengaku senang bisa mendapat menantu seorang Astrid Tiar. Maklum, Aldi putra pertamanya sementara Astrid anak bungsu di keluarga.

"Saya rasa, kayanya sih Astrid itu bukan orang yang kekanak-kanakan ya. Dia kan perempuan satu-satunya dalam keluarga dan paling kecil. Aldi paling besar, jadi saya senang betul," ujar mama Aldi.

detikhot
04:14 | 0 komentar | Read More

Astrid Tiar Resmi Menikah


Hari ini menjadi momen bahagia bagi mantan Gadis Sampul, Astrid Tiar. Astrid resmi menjadi istri dari kekasihnya Gerhard Reinaldi setelah melangsungkan pemberkatan pernikahan di gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).

Tanpa ragu, baik Astrid dan Reinaldi mantap menjawab Ya, manakala pendeta menanyakan apakah keduanya siap menjalani hidup sehidup semati, dalam suka dan duka dalam prosesi pemberkatan.





"Ya, aku terima Gerhard Reinaldi untuk menjadi pasangan hidupku, sehidup semati dalam suka dan duka hingga maut memisahkan," jawab Astrid yang cantik dalam balutan kebaya modern berkelir gold di atas altar gereja.

Suasana khidmat terlihat dalam prosesi pernikahan Astrid dan Reinaldi. Sekitar dua ratusan undangan juga turut menyaksikan keduanya mengucapkan janji perkawinan.

Pernikahan Astrid dan Reinaldi melaksanakan pernikahan mereka dalam adat Batak. Sebelum melakukan pemberkatan pernikahan, ritual Sibuha-buhai telah mereka lalui.

Ritual Sibuha-buhai adalah prosesi dimana mempelai pria menjemput mempelai wanita sebelum melaksanakan pemberkatan.

detikhot
04:11 | 0 komentar | Read More

Mahar Nikah Astrid Tiar Rp 150 Juta


Astrid Tiar baru saja menggelar prosesi lamaran di kediaman Astrid, Kompleks Migas, Kemanggisan Ilir 9, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2012). Ternyata setelah lamaran Astrid dan sang calon suami Gerhard Reinaldi Situmorang masih harus melewati beberapa tradisi batak lainnya.

Astrid dan Gerhard atau yang akrab disapa Aldi memang memutuskan menggunakan adat batak untuk semua prosesi lamaran sampai menikah kelak. Keduanya memang ingin menjunjung tradisi leluhur mereka.





"Hari ini, 3 Maret adalah lamaran, ini bukan kaya lamaran yang lain, ini belum tukar cincin. Keluarga batak itu memang agak ribet adat-adatnya. Ini �acara pertama, nanti masih ada yg lebih heboh lagi," ujar Astrid saat ditemui usai prosesi lamaran.

Untuk maharnya sendiri, di tradisi batak dikenal dengan nama uang sinamot. Uang sinamot itu bisa dibilang sebagai mas kawin untuk diberikan pada pihak perempuan. Aldi pun memberikan uang sebesar Rp 150 juta untuk uang sinamot Astrid.

"Uang sinamot Rp 150 juta. Itu bukan mas kawin, itu pemberian. Itu bukan biaya pernikahan, itu terserah nanti mau buat apa," sambung Astrid.

detikhot
04:08 | 0 komentar | Read More

TOR TOR DIKLAIM MALAYSIA:Pemerintah mesti inventarisasi warisan budaya


Pemerintah diharapkan melakukan inventarisasi seluruh warisan budaya di Indonesia, sehingga akan mudah mematahkan argumentasi bila ada negara lain yang mengklaim tradisi milik nenek moyang.

Praktisi Hak atas kekayaan Intelektual (HaKi) Insan Budi Maulana juga mengharapkan agar adanya klaim tari tor tor dan gondang sembilan oleh
Malaysia tidak direspons dalam bentuk rasa nasionalisme yang sempit.

“[Lakukan] inventarisasi. [Cari tahu] bagaimana sejarah perkembangannya. Itu harus dipahami,” kata Insan saat dihubungi melalui telepon genggamnya Senin, 18 Juni 2012.





Sebagai negara yang besar, ujarnya, Indonesia tentunya memiliki banyak memiliki warisan budaya. Oleh karenanya harus dilakukan inventarisasi hingga detil.

Untuk itu, ujarnya, perlu ada penelusuran sejarah dan pengetahuan tentang budaya tradisional yang ada di Indonesia.

“[Guna melakukan inventarisasi tersebut lakukan] koordinasi [dibawah] menko,” kata Insan.

Seperti diketahui tari Tor-tor dan alat musik Gondang Sambilan (Sembilan Gendang) dari Mandailing, Sumatera Utara, diklaim sebagai salah satu warisan budaya negara Malaysia.(api)

Bisnis Indonesia
00:29 | 0 komentar | Read More

Klaim Malaysia atas Tor-tor Justru Positif


Klaim Malaysia atas tari Tor-tor dan Paluan Gondang Sambilan dari Tanah Batak dianggap seniman Mandailing, Herman Rangkuti, sebagai momen positif untuk mengangkat budaya Batak sebagai warisan dunia.

"Kami melihat hal ini dari sisi positif saja untuk mengangkat Tor-tor Batak sebagai warisan dunia," kata dia ketika dihubungi di Jakarta, Senin (18/6/2012).

Herman mengimbau kepada pemerintah agar memperhatikan dan mengangkat Tor-tor dan Paluan Gondang Sambilan. "Bisa saja melayangkan protes, tapi harus segera diperhatikan dan diangkat agar tidak diklaim," ujar dia.





Menurut Herman, dilihat dari segi sejarahnya, Malaysia tidak mungkin memiliki tarian Tor-tor dan Paluan Gondang Sambilan karena suku Mandailing sudah ada di Tanah Batak walaupun ada yang bermigrasi ke Malaysia.

Tarian Tor-tor, menurut Herman, memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi sampai orang luar pun mau mengakuinya. "Tidak mungkin mereka mau mengakui begitu saja jika nilainya tidak tinggi," tambah dia.

Herman mengatakan, Himpunan Keluarga Mandailing di Jakarta sedang berkoordinasi terkait rencana klaim Malaysia terhadap tari Tor-tor dan Paluan Gondang Sambilan.

KOMPAS
00:14 | 0 komentar | Read More

TOR-TOR DIKLAIM MALAYSIA: Pernasindo nilai wibawa Indonesia melemah


Salah satu pendiri Perhimpunan Nasionalis Indonesia Ricky Avenzora menyatakan, munculnya kembali klaim pihak asing terhadap kebudayaan Bangsa Indonesia menunjukkan sangat lemahnya kewibawaan dan kesadaran bangsa secara keseluruhan.

"Tidak akan ada satu bangsa lainnya pun yang akan berani mengklaim budaya Bangsa Indonesia jika bangsa Indonesia mempunyai kesadaran yang baik dalam menjaga nilai budaya yang dimilikinya," kata Ricky yang salah satu di antara 88 tokoh pendiri Perhimpunan Nasionalis Indonesia (Pernasindo) itu di Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Malaysia kembali membuat hubungan dengan Indonesia "menghangat" berkaitan dengan rencana klaim Malaysia atas tarian Tor-Tor dan alat musik Gondang Sembilan yang berasal dari masyarakat Mandailing, Sumatra Utara.





Ricky Avenzora, yang juga Ketua Program Studi Pascasarjana Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan (MEJL) Fakultas Kehutanan IPB itu menjelaskan bahwa klaim itu sebenarnya juga mengindikasikan tentang sangat tingginya nilai berbagai nilai budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Hanya saja, kata dia, dalam waktu bersamaan juga menunjukkan sangat lemahnya kewibawaan dan kesadaran bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Menurut dia, kesadaran atas adat dan budaya bangsa haruslah dibangun hingga ada penguasaan makna dan filosofi dari setiap adat dan budaya itu.

Ia mengemukakan perlunya kesadaran bahwa menjaga adat dan budaya tidak sebatas pada penyelenggaraan berbagai pentas seni dan budaya yang marak dilakukan banyak pihak akhir-akhir ini, maupun hanya penyelenggaraan materi pendidikan dalam bentuk muatan lokal yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini.

"Adat dan budaya haruslah dibangun dan dibina untuk `hidup dan mengejawantahnya` adat dan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari seluruh masyarakat," katanya.

Selama ini, katanya, banyak pihak telah lebih cenderung menghabiskan waktu, energi, dan biaya untuk berkutat hanya dalam manajemen pendidikan dan budaya.

Kerancuan pemahaman dan visi pembangunan pendidikan serta budaya tersebut, katanya, sangat jelas terlihat pada berbagai peraturan perundang-undangan terkait maupun berbagai bentuk aktivitas yang ada, demikian Ricky Avenzora.

Sebanyak 88 tokoh nasional, pada awal Juni 2006 mendeklarasikan Pernasindo, di mana Kwik Kian Gie menjadi Ketua Presidium, yakni sebuah perhimpunan yang diharapkan dapat menjadi organisasi pemikir visi kebangsaan itu, ingin mendorong kemandirian bangsa.

Di antara tokoh deklarator adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, sejarawan LIPI Asvi Warman Adam, Christianus Siner Key Timu dari Petisi 50, Guruh Soekarnoputra, Jaya Suprana, Marissa Haque. (Antara/faa)

Bisnis Indonesia
00:05 | 0 komentar | Read More

Malaysia Ingin Klaim Tari Tor-tor?


Pemerintah Malaysia ingin mengakui Tari Tor-tor dan alat musik Gondang Sambilan (Sembilan Gendang) dari Mandailing sebagai salah satu warisan budaya negara tersebut.

Kantor berita Bernama di Malaysia menyebutkan, Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Rais Yatim berencana mendaftarkan kedua budaya masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005.

"Tetapi (pengiktirafan ini) dengan syarat, pertunjukan berkala mesti ditunjukkan, bermakna tarian mestilah ditunjukkan, paluan gendang dipelbagaikan dalam pertunjukan di khalayak ramai," kata Rais dalam acara peresmian Perhimpunan Anak-Anak Mandailing di Kuala Lumpur sebagaimana diberitakan situs Bernama, Kamis (14/6/2012).





Dalam situs itu disebutkan pula bahwa rencana itu penting dilakukan untuk memperjuangkan seni dan budaya masyarakat Mandailing. Upaya ini juga bertujuan membuka wawasan warga di negara tersebut tentang asal usul mereka.

Masyarakat Sumatera Utara, Indonesia, mengenal Tari Tor-tor sebagai salah satu bagian dalam upacara-upacara adat untuk menghormati para leluhur. Adapun Mandailing merupakan salah satu suku di Sumatera Utara.

KOMPAS.
23:56 | 0 komentar | Read More

TOR TOR DIKLAIM MALAYSIA: Pemerintah pusat dan provinsi mesti proaktif


Ditjen Kebudayaan, Ditjen HKI bersama dengan Dinas Kebudayaan di tingkat provinsi dan kabupaten agar proaktif mendata seni tari, seni musik, dan seni lukis asli Indonesia.

Praktisi Hak atas kekayaan Intelektual (HaKi) Insan Budi Maulana mengatakan koordinasi pendataan seni budaya oleh 2 ditjen yang ada di dua kementerian bersama pemerintah provinsi diperlukan, agar klaim atas budaya asli Indonesia oleh negara lain tidak terulang kembali.

"Supaya tidak terulang lagi klaim dari negara lain, seharusnya Mendiknas [Dirjen Kebudayaan], Menkumham [Dirjen HKI] bersama Dinas Kebudayaan Provinsi dan kabupaten proaktif mendata seni tari, seni musik, seni lukis yang asli Indonesia," kata Insan melalui email yang diterima Bisnis Selasa, 19 Juni 2012.





Seperti diketahui Malaysia kembali membuat hubungan dengan Indonesia 'menghangat' berkaitan dengan rencana klaim Malaysia atas tarian Tor-Tor dan alat musik Gondang Sembilan yang berasal dari masyarakat Mandailing, Sumatra Utara.

Ricky Avenzora, Ketua Program Studi Pascasarjana Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan (MEJL) Fakultas Kehutanan IPB menjelaskan klaim itu juga mengindikasikan tentang sangat tingginya nilai berbagai budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Hanya saja, kata dia, dalam waktu bersamaan juga menunjukkan sangat lemahnya kewibawaan dan kesadaran bangsa Indonesia secara keseluruhan.(api)

Bisnis Indonesia
22:58 | 0 komentar | Read More

Soal Tor-Tor, RI tak perlu marahi Malaysia


Pemerintah Indonesia tidak perlu marah terhadap klaim Malaysia yang akan mendaftarkan tarian Tor-tor sebagai salah satu warisan budaya negara tersebut. Cukup melakukan konter melalui nota diplomatik.

Anggota DPR, Effendi Simbolon mengatakan dengan mengajukan nota diplomatik, maka Pemerintah Indonesia akan mendapatkan jawaban yang jelas atas isu yang cukup kontroverisal tersebut.

“Pemerintah harusnya mengirim nota diplomatik untuk mengkonter isu yang berkembang tersebut,” ujar Effendi yang juga menjabat sebagai Raja (Ketua) Bolon seluruh Indonesia (Punguan Simbolon Dohot Boruna Se-Indonesia/PSBI), Senin (18/6/2012).





Dia menilai Tor-tor bukanlah sekedar tarian, tetapi penyatuan nilai-nilai budaya dan agama tradisional orang Batak yang terus-menerus dijaga hingga sekarang. Tarian tersebut juga mengandung unsur ritual yang tidak bisa ditarikan semua orang karena nilai-nilai sakralnya.

Lebih jauh Effendi mengingatkan agar masyarakat tidak perlu marah atas klaim tersebut. Malah dia menilai klaim tersebut sebagai sebuah blessing bagi pemerintah agar lebih sadar akan nilai-nilai kebudayaan bangsa sendiri.

“Bukan kita marah, tapi kita harus menganggap sebuah blessing sehingga pemerintah lebih aktif menginventarisir aset-aset budaya bangsa,” ujar Effendi.

Dia menambahkan Presiden SBY harusnya berterima kasih karena diingatkan oleh Malaysia bahwa satu bangsa harus menginventarisir aset budayanya dan mendaftarkan ke badan dunia seperti Unesco.

Menteri Penerangan, Kebudayaan, dan Komunuikasi Malaysia, Rais Yatim dilaporkan akan mendaftarkan tarian Tor-tor dan alat musik gondang 9 milik masyarakat Sumatra Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005. Akan tetapi pengakuan itu dengan syarat harus ada pertunjukan berkala, ujarnya seusai peluncuran komunitas pertemuan masyarakat Mandailing di Malaysia, Kamis, 14 Juni 2012 lalu.

Dengan syarat itu, kata Rais, tarian dan paluan gendang harus dimainkan di depan publik. Rais, menurut satu media massa lokal menyatakan bahwa promosi seni dan budaya Mandailing penting. Promosi itu bisa mengungkap asal-usul mereka, selain membina kesatuan dengan masyarakat lainnya, ujarnya.

Masyarakat Sumatera Utara mengenal tari Tortor sebagai bagian dari upacara adat untuk menghormati para leluhur. Adapun Mandailing merupakan salah satu suku di Sumatera Utara.

Bisnis Indonesia
22:46 | 0 komentar | Read More

Followers