Custom Search

Ana Christina Pinem atau yang lebih dikenal dengan Ana Pinem

Ana Christina Pinem atau yang lebih dikenal dengan Ana Pinem (lahir di Sumatera Utara, 25 Desember 1976; umur 33 tahun) adalah pemain sinetron Indonesia berdarah Batak Karo. Lulusan 1998 dari Institut Kesenian Jakarta, (IKJ) ini mengawali kariernya di sunia seni peran lewat sinetron Incen yang disutradarai oleh Arswendo Atmowiloto. Namun nama Ana Pinem mulai dikenal lewat perannya sebagai Bik Tum dalam sinetron Kisah Sedih Di Hari Minggu bersama Marshanda dan Meriam Bellina. Saat ini ia sudah mebintangi cukup banyak sinetron dan kebanyakan ia memerankan tokoh antagonis, tetapi akhir-akhir ini dia lebih sering memerankan tokoh protagonis yang konyol.




Anna Pinem dan Robertus Bobby Ratno Setyanto

Siapa yang menyangka, bila studio audio ‘Pospro’ menjadi saksi bisu awal pertemuan Anna Pinem dan Robertus Bobby Ratno Setyanto. Pertemuan ini terjadi sekitar tahun 2002 silam. Kala itu, Anna yang masih baru mulai meniti karirnya di dunia entertainmen dipertemukan dengan Bobby, yang bekerja sebagai operator audio, saat Anna menjadi pembicara di radio tempat Bobby bekerja, untuk sebuah acara sandiwara.

Seperti pepatah kuno Jawa ‘Witing tresno jalaran soko kulino’, cinta Anna dan Bobby tumbuh lantaran keduanya sering bertemu. “Aku suka Bobby karena orangnya diam dan gak neko-neko, alias gak banyak gaya,” ujar wanita kelahiran Sumatera Utara, 25 Desember 1976 ini.

Sementara Bobby mengakui menyukai Anna lantaran kepribadiannya yang mandiri. “Tipe cewek kayak Anna jarang banget aku temuin. Anna orangnya mandiri, pintar ngatur waktu dan yang paling penting pintar ngatur duit,” ujar Bobby, seraya tertawa.

Ditambahkan Bobby, bila ia seringkali menyembunyikan perasaannya bila Anna tidak berada di sampingnya kala itu. “Kalau ketemu di kantor, aku tuh yang sok-sok jaim. Tapi kalau Anna gak ada, aku nyari-nyariin dia. Pokoknya, malu-malu tapi mau deh,” tambahnya lagi.

Setelah mendekati Anna dengan berbagai trik selama setahun, Bobby pun mengungkapkan isi hatinya itu kepada Anna. Tanpa basa-basi, Anna yang memang sudah menyukai Bobby, langsung menerima pernyataan cinta laki-laki kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1975 ini. Mereka resmi menjadi sepasang suami-istri tanggal 10 Juni 2003.

Dua tahun dirasakan cukup bagi Anna dan Bobby untuk saling mengetahui sifat, karakter serta kebiasaan masing-masing. Setelah merasa saling cocok, mereka pun memutuskan untuk menikah. “Pas waktu Bobby mau ngelamar aku, aku gak terlalu yang gimana banget, karena sebelumnya udah diomongin kalau Bobby mau datang ke rumah untuk ngelamar aku. Deg-degan sih ada, tapi gak terlalu,” papar wanita berdarah Batak ini.

Karena kedua belah pihak keluarga juga sudah setuju dan tidak ada kendala berarti, pemberkatan sakramen pernikahan mereka dilakukan di salah satu gereja di bilangan Kampung Sawah, Jakarta Timur, pada tanggal 16 Juni 2006 silam. Namun, hingga kini, keduanya mengaku belum sempat melakukan bulan madu dikarenakan padatnya jadwal kerja masing-masing.

Setelah menikah, keduanya tak terlalu kaget dengan sifat dan kebiasaannya pasangan masing-masing. Pasalnya, mengingat masa pendekatan dan penjajakan yang cukup lama, keduanya telah mengetahui cara untuk mengantisipasi jika ada konflik kecil yang berpotensi membesar.

“Kita masing-masing udah tahu karakternya. Jadi gak terlalu kaget pas baru nikah. Cuma ada kebiasaan Anna yang sejak pacaran sampai sekarang gak bisa ilang. Dia itu orangnya suka tidur di jalan kalau lagi di motor atau di mobil. Padahal aku tuh pengen ditemani ngobrol, eh dia malah tidur,” ujar laki-laki berdarah Jawa ini.

Soal momongan, perempuan lulusan Institut Kesenian Jakarta angkatan 1995 ini mengaku belum siap untuk memiliki anak saat ini. “Kakak aku kan baru ngelahirin, udah gitu keponakan-keponakan aku kadang aku yang jagain. Jadi masih ribet kalau nanti aku punya anak. Lagian masa barengan sih ngelahirinnya sama kakak aku,” kata anak ke 3 dari 6 bersaudara pasangan Pamat Pinem dan Berta Tarigan ini.

Seperti kebanyakan pasangan, keduanya pun berharap agar biduk rumah tangganya bisa tetap langgeng. “Kita sih berharap agar rumah tangga kita gak ada masalah yang bikin keluarga jadi hancur,” harap Anna. “Yang penting kita saling percaya, saling mendukung dan saling sayang,” tambah sang suami. Devi/ krosceknews.com

Pesona BORU Batak





0 komentar:

Post a Comment

Followers