Custom Search

Tiga Boru Batak Gagal Jadi TKW

Takut menjadi korban kekerasan majikan yang mempekerjaan mereka, Dorayunita br Oppusunggu (27) warga Desa Sumulada Muara, Taput, Veronika br Sinaga (23) warga Jalan Bakti, Duri, Riau, dan Lasma br Malau (20) warga Jalan Hutabayu, Pematang Siantar, membatalkan keberangkatannya ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Menurut pengakuan Dorayunita saat ditemui BATAKPOS, di Kantor PT Anugerah Diantas, Jalan Listrik Medan, Rabu (23/6), tempat penyalur tenaga kerja, bahwa pembatalan untuk berangkat ke Malaysia sebagai tenaga kerja di salah satu perusahaan pembuatan komputer itu, akibat sebelumnya teman mereka yang pernah bekerja disana mengalami penyiksaan oleh majikan tempat bekerja.

Dora menjelaskan, empat hari sebelum pembatalan keberangkatan, ia bersama dua temannya itu mendaftarkan diri di PT Anugerah Diantas yang dikelola Elly Solita Sitorus dengan menyerahkan KTP asli, jjazah SMU asli, serta Kartu Keluarga asli.

Mereka berniat ke Malaysia akibat sulitnya kehidupan ekonomi keluarganya di kampung halaman.

Namun, setelah mendengarkan keluh kesah rekan mereka yang sebelumnya pernah bekerja di sana, membuat ketiga wanita yang masih menunjukkan raut wajah desa itu membatalkan keberangkatannya.

Namun, meski mereka batal berangkat, salah seorang pegawai perusahaan itu yang bermarga Aritonang meminta uang tebusan sebesar Rp1,8 juta. “Karena kami batal untuk menjadi TKW, abang itu minta uang tebusan. Soalnya, kata dia semua berkas di Kantor Imigrasi telah diproses,” ujar Veronika.

Ketika hal ini dibantah Ellys. “Tidak benar ada uang tebusan untuk mengambil berkas. Sedangkan berkas ketiga wanita itu saja masih sama kami dan belum diserahkan ke Kantor Imigrasi,”elaknya.

batakpos

Followers