Custom Search

Pementasan Opera Batak, Upaya Penyelamatan Budaya Tapanuli

SELAIN keindahan alamnya, salah satu yang sangat menonjol dari daerah Sumatera Utara khususnya Tapanuli adalah Seni dan Budaya yang begitu kental.

Banyak musisi negeri ini yang berdarah Batak, namun kebudayaan Batak lambat laun justru semakin surut, termakan oleh globalisasi dan modernisasi.

Hal ini membuat Rio Silaen memberanikan diri, untuk pertama kalinya menyutradarai sebuah pagelaran teater musikal “OPERA BATAK” yang bertajuk Senandung Kampoeng Halaman.

Kisah ini akan ditampilkan dalam bentuk nyanyian, drama, dan tarian tradisional akan dikemas menjadi satu.

"Sama seperti sebuah opera, ada orkestrasi full," ujar Rio Silaen dalam konferensi pers di studio BISS kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (14/7).

Selain penampilan Voice of Indonesia, Opera ini juga akan menampilkan beberapa penyanyi populer seperti Judika, Igor 'Saykoji' dan Cindy 'AFI' Sibarani.

Uniknya, hampir 70 persen yang terlibat dalam opera ini bukan orang Batak.

"Awalnya memang sulit, terutama ketika saya melatih tentang adegan di kampung halaman. Karena gerakan mereka ternyata tetap anak kota. Itu tantangan buat saya. Akhirnya saya kasih mereka contoh video, baru mereka 'ngeh'," kata Rio yang lama berkiprah di Bina Vokalia.

Opera Batak akan dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada 30 Juli mendatang. Tiket dibagi menjadi tiga kelas yaitu Platinum (Rp 800.000), Gold (Rp 600.000) dan Silver (Rp 300.000).

tabloidbintang

Followers